Ssup! Kalian kenal ngga dengan istilah MVC pada Laravel? yuk kita pahami bersama-sama perihal MVC!


Salah satu alasan kenapa Laravel disukai adalah karena dia memakai pola MVC, yaitu cara memisahkan tugas-tugas aplikasi biar rapi dan mudah dikelola.

Apa itu MVC?
Model: bagian yang mengatur data dan database.
View: bagian yang mengatur tampilan ke pengguna.
Controller: bagian yang menghubungkan model dan view — dia yang ngatur alur.
  • Model (M) 
Model bertanggung jawab untuk mengelola data dan logika bisnis.
Biasanya model berhubungan langsung dengan database.
Contoh: file User.php adalah model yang mewakili tabel users.
  • View (V) 
View adalah bagian yang mengatur tampilan ke pengguna (user interface).
Di Laravel, View dibuat menggunakan Blade Template Engine — semacam HTML yang bisa digabungkan dengan kode PHP.

Contoh: file home.blade.php menampilkan halaman utama ke user.
  • Controller (C) 
Controller jadi jembatan antara Model dan View.
Dia mengatur alur logika aplikasi: data dari Model diambil, lalu dikirim ke View untuk ditampilkan.

Contoh: UserController.php bisa mengambil data user dari database (via Model) lalu menampilkannya ke halaman (View).

Laravel menggunakan arsitektur MVC, singkatan dari Model-View-Controller.
Tujuan utama dari pola ini adalah untuk memisahkan logika bisnis, tampilan, dan alur kontrol dalam sebuah aplikasi web.

Dengan MVC, kamu bisa menulis kode yang:
  • Lebih terstruktur
  • Mudah dikembangkan
  • Gampang dibaca dan di-maintain, terutama saat proyek mulai membesar.
  • Flow-nya:
  1. User mengakses website (misal klik tombol lihat produk).
  2. Controller menerima permintaan itu, lalu minta data ke Model.
  3. Model mengambil data dari database.
  4. Controller kirim data ke View.
  5. View menampilkan data ke user.

Contoh nyata: Kalau kita punya website jualan baju, maka:

Model: data baju (nama, harga, stok)
View: tampilan daftar baju
Controller: ngatur kalau orang klik "lihat baju", data mana yang harus diambil.

Kesimpulan
MVC adalah tulang punggung Laravel.
Dengan memahami konsep ini, kamu akan lebih mudah:
  • Menulis kode yang bersih
  • Memecah tugas pengembangan
  • Mengelola proyek Laravel, baik kecil maupun besar